[BOOKS] ✭ 693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel Author Ayi Jufridar – Tshirtforums.co.uk

693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel files 693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel, read online 693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel, free 693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel, free 693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel, 693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel b4e553aea DI ATAS Singgasananya Sebuah Tandu Kayu Sudirman Merasakan Semangat Menyala Sekaligus Kekecewaan Yang Mendalam Dia Bisa Memilih Diam Di Istana, Menunggu Musuh Datang Untuk Menangkapnya Seperti Yang Dilakukan Pemimpin Lain Kesehatan Yang Buruk Menjadi Alasannya Untuk Bersembunyi Atau Melakukan Perlawanan Di Balik Jeruji Besi Sebagai Panglima Perang Dari Sebuah Negara Yang Baru Lahir, Sudirman Melanjutkan Perjuangan Dari Hutan Ke Hutan Dengan Siasat Yang Tak Pernah Disangka Musuhnya Sebuah Perlawanan Yang Kelak Menjawab Pertanyaan Indonesia Akan Mendapatkan Kemerdekaan Sepenuhnya Atau Kembali Dalam Cengkeraman Penjajah Meski Setelah Tujuh Bulan, Api Gerilya Yang Menggelora Harus Padam Oleh Keputusan Politik Bukan Karena Kehebatan Belanda Berlatar Sejarah Pasca Kemerdekaan, Novel Ini Menjawab Apa Sesungguhnya Yang Menjadi Sumber Kekuatan Sudirman Dalam Perang Gerilya Dan Kekecewaan Sang Jenderal Terhadap Pemimpin Sipil


10 thoughts on “693 Km Jejak Gerilya Sudirman: Sebuah Novel

  1. says:

    Buku ini adalah novelisasi jejak sejarah Panglima Besar Jenderal Sudirman ketika ia bersama pasukannya bergerilya sepanjang 693 km selama 7 bulan untuk menyerang pos pos pertahanan Belanda Setting Novel ini dimulai di lapangan Andir Bandung ketika Jenderal Spoor yang pada tanggal 18 Desember 1948 memulai operasi yang diberi nama Operasi Burung Gagak dengan target merebut kembali Yogyakarta Ibukota Republik Indonesia saat itu , menghancurkan Tentara Nasional Indonesia yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam satu pukulan, serta menangkap Sukarno berserta pengikut pengikutnya.Menghadapi serangan dari Belanda, Sudirman tidak menyerah begitu saja, walau dalam keadaan sakit dan baru saja pulang dari Panti Rapih ia memilih untuk terjun langsung mengangkat senjata Tekadnya sudah bulat sehingga ketika ia dipanggil ke Gedung Agung oleh Presiden Sukarno ia menyampaikan tekadnya dan berharap Presiden pun ikut bersamanya untuk mengangkat senjata.Namun apa yang diharapkan Sudriman tidak menjadi kenyataan Sudirman kekecewa terhadap pilihan Sukarno Hatta yang memilih jalan diplomasi padahal sebelumnya Bung Karno pernah berjanji akan memimpin sendiri perang gerilya jika Belanda menyerang, bahkan janji tersebut dituangkan dalam keputusan resmi Dewan Siasat.Walau Bung Karno dan bung Hatta memilih jalur diplomasi Sudirman tetap memilih untuk berjuang mengangkat senjata dengan cara gerilya walau saat itu kesehataannya belum pulih benar Masa masa gerilya Sudriman berserta pasukannya inilah yang menjadi inti kisah dari novel ini Dengan penuturan yang mudah dibaca dan mengalir penulis melukiskan suka duka, semangat, dan pergolakan batin Jenderal Sudirman saat bergerilya bersama pasukannya yang setia Perjuangan yang secara fisik dan emosi begitu melelahkan Sementara ia bergerilya untuk menyerang pos pos pertahanan Belanda, Jenderal Sudirman dan pasukannya juga harus terus menghindar dari kejaran pasukan Belanda yang terus menerus memburunya.Di novel ini penulis mendeskripsikan dengan baik bagaimana beratnya perjalanan gerilya Sudirman bersama pasukannya Salah satu bagian dari kisah perjalanan gerilya Sudirman yang terkenal dan melekat dalam benak kita hingga kini adalah bagaimana Sudirman yang dalam keadaan sakit harus ditandu untuk melanjutkan perjalanan heroiknya Walaupun hanya duduk di tandu namun hal itu tetaplah merupakan hal yang sulit dan melelahkan baik bagi Sudirman maupun penandunya yang adalah para sukarelawan, penduduk sipil dari desa desa yang dilalui Sudirman.Tidak hanya itu, ketika tandu sulit digunakan di jalananan yang terjal, maka Sudirman pun harus berjalan kaki, dan ketika ia tidak sanggup berjalan kaki maka Sudirman harus digendong oleh pengawal pribadinya yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri yaitu, Nolly Tjokpropranollo, 1924 1988 yang kelak menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 1977 1982.Berbagai kisah menarik lainnya dan seru terungkap dalam novel ini seperti bagaimana Sudirman dan pasukannya harus menghindar dari buruan tentara Belanda dengan cara menyamar atau membuat Sudirman palsu lengkap dengan tandunya untuk mengecoh tentara Belanda Dikisahkan pula bagaimana dalam perjalanan gerilyanya Sudirman menemukan sebuah kenyataan pilu bahwa rakyat bisa terbeli kesetiaannya kepada negaranya karena madat seperti yang terjadi di daerah Pacitan.Seperti kita ketahui, Sudirman juga tidak pernah lepas dari kerisnya, di novel ini dikisahkan bagaimana ia memperoleh keris dengan cara yang gaib dan bagaimana kerisnya itu atas seizin Allah melindunginya dari serbuan Cocor Merah pesawat Belanda yang memborbardir sebuah desa dimana ia berada Dalam keadaan terjepit itu Sudirman memerintahkan anak buahnya berdoa dan keajaiban pun terjadi.Masih banyak hal hal menarik yang dapat kita baca sepanjang perjalanan gerilya Jenderal Sudirman beserta anak buahnya Tidak hanya petualangan, namun kegalauan yang dialami Sudirman selama bergerilya juga terungkap di sini Yang paling menonjol adalah kekecewaannya terhadap para pejabat sipil yang memilih jalan perundingan yang hasilnya selalu menguntungkan Belanda.Masih banyak hal hal menarik dari novel tentang perjalanan gerilya Jenderal Sudirman berserta anak buahnya ini Novel ini berakhir ketika Sudirman kembali ke Jogya untuk menghadap Bung Karno, di lembar terakhir kita akan melihat bagaimana ia masih menyimpan kekecewaan atas perjuangan diplomasi beserta hasilnya yang dilakukan pejabat sipil Di sini Sudirman sampai pada titik galaunya dimana terbesit kienginannya untuk mundur dari jabatannya sebagai panglima TNI.Karena ini novel sejarah yang ditulis berdasarkan riset dari fakta fakta sejarah yang benar benar terjadi, hal ini tentunya membuat pembaca bisa memahami dan mengenal sejarah perjuangan Sudirman dengan cara yang mengasyikan layaknya novel novel fiksi Selain itu sosok Sudirman dalam novel ini tidak hanya digambarkan sebagai sosok hero semata melainkan tampil apa adanya sehingga memberikan kita gambaran seorang pahlawan secara manusiawi Karenanya tidak berlebihan rasanya kalau buku sangat baik dibaca oleh para generasi muda agar dapat memahami bagaimana situasi perjuangan saat itu dan bagaimana salah satu pahlawan nasional, Jenderal Besar berjuang tanpa pamrih di tengah keterbatasan kesehatannya demi cintanya pada bangsanya htanzil


  2. says:

    Meski bertema sejarah, setelah dinovelkan maka lebih luwes dan enak dibaca Cukup dua hari saya menghabiskan novel ini Meski kadang terasa lambat, saya tetap penasaran bagaiman kelanjutan novel ini.Dengan membaca novel ini, pembaca akan tahu bagaimana perjuangan pahlawan bangsa, khususnya panglima perang jenderal Sudirman Sekaligus mengetahui bagaimana sisi manusiawi beliau Sebuah novel yang recommended dibaca oleh remaja khususnya agar meneladani para pahlawan, dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya.


  3. says:

    Penyampaian sejarah dengan cara menovelkannya ternyata lebih enak dan mudah diresapi daripada melulu mengingat tanggal, hari, dan peristiwa Sebelumnya aku cuma tahu bahwa jenderal Sudirman bergerilya melawan Belanda dalam keadaan sakit dengan hanya satu paru paru, beliau keluar masuk hutan bersama prajuritnya yang setia dengan ditandu Tapi di novel ini aku tersadar, tidaklah sesederhana itu Ada keluarga yang harus ditinggalkan, cuaca dan kondisi jalanan yg tidak menentu, saudara sebangsa yang berkhianat dengan menjadi mata mata, fisik yang tidak selalu prima dan masih banyak lagi.Membaca novel ini juga menimbulkan rasa haru, sedih dan turut merasakan kekecewaan yg dirasakan sang Jenderal pada pemimpin sipil Meski begitu, penulis juga menyelipkan beberapa lelucon yang cukup mengundang senyum Bacaan yang bagus dan bermanfaat agar kita bisa lebih menghargai sejarah.


  4. says:

    Tulisan ringan buat yang mau baca sejarah perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia khususnya sang Panglima Besar Sudirman Dari awal baca seolah olah ikut berada didalamnya dan ikut merasakan ketegangan gerilya serta penderitaan mereka dalam mengarungi medan yang berat demi NKRI.


  5. says:

    Menikmati sejarah yang disajikan melalui novel dan dibalut dengan sastra, membuat seolah kita terasa ikut di dalam perjalanan penuh liku Sang Panglima.


  6. says:

    Alfiah dan kuminta ia mengembuskan asap tingwe yang harum ke wajahku Aku tahu Alfiah tak senang melakukannya, tapi karena rasa cintanya, ia juga tidak berani menolak permintaanku Ini seperti jebakan kenikmatan dalam sebuah dosa.Dalam sekejab aroma khas penuh nikmat menyerbu wajahku, campuran antara rasa gurih tingwe dengan napas harum Alfiah yang masuk melalui hidung, mungkin sebagian aroma tersisa di sana sebelum melekat kuat di dalam otak Kurasa lebih nikmat dibandingkan dengan asap yang kuhirup dari mulutku sendiri Andai aku tahu rahasia ini sejak dulu.


  7. says:

    ini yang langka mengupas jejak gerilya Pangsar Sudirman, beserta tokoh2 pengikutnya yang setia..digambarkan dengan runut dengan sedikit sisipan klenik terkait keris yang selalu dibawa Pangsar hehehe..keseruan kisah di novel ini, lebih seru dari film nya, yang mungkin diilhami dari novel ini..


  8. says:

    Seharusnya bisa dikisahkan dengan lebih baik Bahasa yg digunakan pengarang agak lebay dalam menggambarkan semangat tokoh2 dalam buku tersebut Jadi gak merinding baca tentang semangat tokoh2 tsb krn baru baca beberapa lembar udah sering diulang2 soal semangat dgn bahasa yg lebay.


  9. says:

    Books 116 2015 Buku ini untuk memenuhi New Author Reading Challenge 20153,4 dari 5 bintang Bagus pembaca seperti dibawa alur menyusuri saat saat Sudirman melakukan perang Gerilya menjelajahi hutan hutan untuk bertempur melawan Belanda __


  10. says:

    He fight for his nation totally I found another side of him Its all about doing what you believe with all your body and heart Very inspiring and touching at the same time make me upset to my self..


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *